Posted by: arfebrina | January 10, 2014

Disturbing Experience Series – Nasty Snowy

my name on the snowHeiHo Temans,

Mumpung sekarang bulan Januari dan suhu di negara-negara 4 musim sedang dingin-dinginnya (iya, kecuali Australia maksudnya), saya akan menceritakan pengalaman saya di Beijing, China ketika salju turun.

Seperti pada umumnya, ketika salju turun semua tampak indah. Apalagi melihat tanah lapang, jalanan dan pohon-pohon yang terselimuti salju putih itu. Ditambah kita bisa bersenang-senang dengan main perang bola salju, bikin boneka salju dan tidur-tiduran di atasnya. Seperti itu jugalah ketika turun salju di Beijing.

Tahun pertama saya merasakan salju di Beijing adalah pada awal tahun 2009, saat itu salju yang turun hanya bagaikan titik-titik putih kecil. Saya sebagai penghuni negara tropis pada umumnya langsung norak dengan berlari-larian di bawah salju. Muter-muter, joget-joget sementara bule-bule itu melihat saya dan yang lainnya dengan tatapan aneh. Saya yakin bule-bule itu enggak akan ajak saya main ski karena tau saya akan mengubur badan saya dengan semua salju itu.

abaikan bule itu ya... dia abis ngelempar saya ituh

abaikan bule itu ya… dia abis ngelempar saya ituh

 

Kata orang, sejak jaman dahulu kala, Beijing jarang turun salju. Jadi ketika sepanjang musim dingin 2009 dan musim dingin 2010 Beijing mulai diguyur hujan salju tentu saja timbul kecurigaan bahwa salju-salju itu adalah salju buatan yang ditembakkan oleh pemerintah. Lagipula, apa sih yang mustahil di negara asal panda raksasa itu?

boneka salju yang saya buat berempat sama teman saya selama 3 jam

boneka salju yang saya buat berempat sama teman saya selama 3 jam

 

Ya, musim dingin 2009 dan 2010, Beijing sering kejatuhan hujan salju. Pertama-tamanya saya masih norak. Begitu salju turun langsung keluar asrama, lari-larian di atas salju, bikin boneka salju dan bola salju raksasa seperti yang ada di foto profil saya. Dan, tentunya foto-foto dengan berbagai macam pose.

 

ceritanya mau bikin angel wings kayak di drama korea

ceritanya mau bikin angel wings kayak di drama korea

 

 

 

 

 

Namun semakin seringnya turun salju, membuat lama-kelamaan salju tidak terasa istimewa lagi. Lebih-lebih saya masih harus pergi kuliah dengan menerjang salju pakai sepeda. Kalau di Jakarta, hujan adalah penyebab malas kemana-mana yang utama, kalau di sana pas turun salju kita juga malas kemana-mana karena repot. Sebagai orang negara tropis yang terbiasa pake kaos dan celana pendek, kalau udah turun salju remponknya minta ampun. Dengan suhu yang terkadang mencapai -17 drajat celcius, kita harus pake long john, swater, parka, penutup telinga, sarung tangan dan sepatu boots. Gimana enggak bikin malas keluar dan lebih memilih untuk berkubang di dalam selimut?

 

 

Dan, yang lebih bikin malas dari itu adalah aftermath-nya. Ketika salju mencair, jangan harap pemandangan es-es yang menetes-netes indah bagaikan film-film Eropa, salju mencair berarti udara akan semakin dingin dan jalanan akan sangat licin. Pluuuusss… bercampur oli dan lumpur sehingga warna putih itu akan menjadi abu-abu bahkan hitam dan becek. Oh, becek-nya juga bukan becek ala Cinta Laura, tapi becek yang bahkan membuat kita malas melihatnya. Sudah, enggak usah dibayangkan, nanti enggak jadi makan.

Saya tidak tahu bagaimana dengan pengalaman bersalju di negara lain, tapi di negara Tembok Raksasa ini, pengalaman bersalju bagaikan main game fighting, pertama-tama menyenangkan tapi lama kelamaan karena terlalu sering main jadi bosan.

Yang meskipun demikian tetep kangen sama salju,

Febi


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: