Posted by: arfebrina | August 13, 2012

Movie IMO : Total Recall (2012)

WARNING! It might contain spoiler, reader discretion is advice.

Story:

Di masa depan, tempat yang dapat ditempati di Bumi semakin sedikit karena perang. Tersebutlah hanya ada United Federation of Britannia (UFB) dan The Colony. Tersebutlah Douglas Quaid, seorang pekerja pabrik di UFB yang merasa hidup yang dijalaninya bersama istrinya, Lori terasa terlalu membosankan, ditambah ia selalu dihantui mimpi dimana ia bertemu seorang wanita jagoan. Sampai akhirnya ia memutuskan untuk menjalani Rekall, yaitu suatu proses di mana sebuah mesin akan menanamkan memori yang orang itu inginkan. Doug memilih agen rahasia sebagai Rekall-nya dan tak dinyana Rekall malah mengaktifkan memori tersembunyi di dalam otaknya.

Verdict:

Saya tidak pernah menonton Total Recall versi Arnold Schwarzenegger, yang katanya lebih mengacu kepada komedi satir, jadi saya tidak akan membandingkan versi ini dengan versi terdahulunya.

Hal pertama yang membuat saya kagum ketika menonton filmnya adalah design masa depan yang ditampilkan; rumah di atas langit, mobil yang bisa melayang, kalung perubah wajah dan tentunya polisi robot. Membuat saya berpikir-pikir Collin Ferrel cs pasti pusing setengah mati karena harus kerja dengan green screen sepanjang waktu.

Len Wiseman juga berhasil memberikan penonton serentetan adegan action menawan yang seolah tiada henti. Mulai dari kejar-kejaran dengan mobil terbang adegan baku hantam sampai ledakan semuanya komplit ada di sini. Bisa dibilang full package action yang menyenangkan untuk dilihat secara visual. Adegan favorit saya adalah perkelahian antara Quaid, Lori dan Melina di dalam lift.

Para pemain di film ini juga cukup apik, terutama Kate Beckinsale yang sangat berkarakter senggol-bacok dengan aksi yang tidak tertebak. Mungkin karena itu saya lebih merasakan chemistry antara Collin-Kate dibanding Collin-Jessica. Love-to-hate relationship indeed more interesting than conventional love.

Namun, sepertinya hanya itu sajalah yang diberikan oleh film ini, atau mungkin saya yang berharap lebih. Karena, menurut saya Rekall-nya itu sendiri tidak ditonjolkan dalam film ini. Tidak ada kebimbangan antara nyata atau tidak nyata yang dirasakan si tokoh utama, ia hanya mencari jati dirinya yang sebenarnya. Kalau judulnya bisa diganti mungkin judulnya lebih baik menjadi “Hauser Supremacy”, karena hanya mengisahkan tentang intel yang hilang ingatan. Padahal saya berharap Quaid (dan penonton) dapat dibuat terombang-ambing antara kenyataan dan dunia Rekall. Satu lagi yang hilang adalah twist, tidak ada fun twist di akhir film dan itu membuat saya berkata, “Just it?!?” There is no wandering and gasping at the end of the movie. Sayang sekali…

PS: Lama-lama gue jadi movie blogger juga, niiih… -____-

From the Core of the Sun,

Febi, yang sedang melayang tanpa gravitasi

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: