Posted by: arfebrina | July 24, 2012

MOVIE IMO : THE DARK KNIGHT RISES (2012)

WARNING! For the one who hasn’t watched any of Nolan’s Batman franchises please avoid this review. The writer holds no responsibility for some frustration due to spoiler section in this Movie IMO.

Story:

The Dark Knight Rises (“TDKR”) berseting 8 tahun setelah kematian Harvey Dent yang membuat jagoan kita mengasingkan diri. Gotham City sedang berada dalam keadaan tentram dan damai berkat Harvey Dent Act yang membuat polisi Gotham berhak untuk menangkap para mafia. Namun sebenarnya Gotham hanya tinggal menunggu waktu sebelum mereka kedatangan penjahat super bernama Bane, pencuri cantik bernama Selina Kyle dan penjahat kejutan yang seolah-olah bangkit dari kubur. Saat itulah kebangkitan Batman diperlukan oleh Gotham City yang berada dalam masa terkacaunya.

My opinion:

‘Berat’… itu kata pertama yang melintas ke kepala saya ketika menonton setengah dari film ini. Tetapi, bukan berarti otak saya enggak nyampe untuk mengerti isi film, tapi mungkin karena ada banyak sisi emosional yang seolah-olah meledak dari setiap karakter, mulai dari Komisaris Gordon bahkan sampai Alfred sekalipun dan tentunya seorang Bruce Wayne itu sendiri. Tapi, yang paling saya suka adalah bagaimana Nolan menyampaikan kegelisahan Gordon yang mengetahui kejadian sebenarnya mengenai Harvey Dent Act dan siapa sesungguhnya pahlawan yang mestinya mereka ketahui dan bagaimana Nolan membuat Alfred untuk akhirnya speak up. Juga penggambaran “the dark knight rises”, yaitu ketika Bruce Wayne bangkit dari keterpurukannya setelah dibuang oleh Bale ke neraka dunia. Semuanya membuat kita sebagai penonton turut masuk ke dalam cerita dan merasa empati kepada setiap karakternya.

Dari segi cerita sendiri cukup berlapis, jadi meskipun filmnya berdurasi 2 jam 45 menit, tidak akan ada pikiran untuk keluar dari bioskop apalagi tidur (yah setidaknya untuk saya yang rela nahan ke kamar mandi) agar tidak tertinggal momen-momen epic yang disuguhkan sepanjang film. Momen paling epic menurut saya adalah perkelahian Batman dengan Bale yang sama sekali tanpa senjata, murni tangan kosong. Nolan membuktikan bahwa Batman ciptaannya adalah seorang ksatria yang sebenarnya hanya manusia biasa dengan rasa keadilan yang luar biasa. Selain itu anda mungkin akan menyesal jika terlambat masuk ke bioskop, karena adegan ‘pesawat’ menurut saya adalah adegan pembuka yang luar biasa.

Sejak kemunculan penjahat ternama Joker di The Dark Knight muncul keraguan apakah Bale bisa menjadi sekejam dan se’fun’ Joker, jawaban saya adalah saya tidak mampu membandingkan keduanya karena keduanya sama baiknya dalam membawakan karakternya masing-masing. Bale membawa kejutan di setiap langkahnya yang bak tahu segala sesuatu tentang Batman (seperti letak gudang senjata Bruce Wayne atau Batman adalah Wayne) dan langkahnya ketika membawa Gotham menjadi dikendalikan ‘people power’ is amazing.

Karakter lain yang tidak kalah ditunggu adalah Selina Kyle aka Catwoman, meski dalam film ini tidak disebutkan sama sekali mengenai Catwoman dan koran-koran hanya menyebutkan ‘The Cat’. Menurut saya, karakter ini memang tidak sekompleks Bale, tapi ia tentunya mampu mencuri perhatian Bruce Wayne bahkan Batman.

Selain itu ada John Blake, polisi Gotham yang dapat diandalkan dan seolah-olah menjadi sidekick Batman. Bahkan nama asli darinya bisa menjadi kejutan tersendiri di akhir film, meskipun tampaknya Nolan hanya bersenang-senang dengan itu.

Dan, karakter yang penting meski dari awal terlihat tidak penting dan membuat anda sekalian mungkin bertanya-tanya apa fungsinya dalam film ini adalah Miranda Tate, rekan kerja Bruce Wayne, has slept with him (more like fragile moment sex if I may add) dan future CEO of Wayne Industries after Bruce Wayne declared bankrupt after Bale’s chaotic at the stock exchange.

Bagi saya yang awam ini mungkin agak susah mencari kekurangan film se-spectacular TDKR. Satu-satunya keluhan saya mungkin adalah karakter Miranda Tate yang seolah-olah enggak ada gunanya dan baru ketahuan apa gunanya menjelang akhir film.

Selain menjadi penutup saga Batman yang paling epic ini, TDKR menjadi film superhero paling humanis dan emosional yang pernah ada.

So, now you better go up from your lazy sofa, take a shower and go to cinema. Believe me… you don’t wanna miss The Dark Knight Rises!!

Fear of death can make you live more strongly,

Febi

The Guard of Batman Cave


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: