Posted by: arfebrina | April 1, 2012

14 Hours in Pain Part 2 (fin)

HeyHo, temans!!

Kita bertemu lagi dalam acara Febi’s Corner!!! *jengjengjeeeng

Postingan kali ini adalah lanjutan dari postingan sebelumnya, yaitu tentang penderitaan yang saya alami ketika naik kereta dari Xi’an menuju Beijing. Kalau Part 1 menceritakan perjalanan pergi, maka ini adalah cerita ketika perjalanan pulang. Dan, percayalah sodara-sodara, cerita kali ini akan membuat anda sekalian menangisi penderitaan saya… terutama untuk cewek-cewek… percayalah, percayalaaahh… Aaaarrrggghhh!!! *makin frustasi

Okey, sebelumnya let me give you a glimpse of my trip in Xi’an… it was FUN!! Had a lot of picts in Terracotta museum and Xiang Shan’s view is AMAZING as always!! Kita juga nyobain makanan-makanan lokal di Muslim street, dari Yang Rou PaoMo (sejenis sup daging kambing) sampe Suan Mei Tang (jus plum). Pokoknya kalo ke Xi’an wajib je Muslim Street karena di sini adalah surge-nya kuliner Xi’an!!

Dan, pas hari trakhir, tepat ketika kita lagi nyante di taman sebelum berangkat ke stasiun untuk naik Kereta Derita tahap 2, tiba-tiba gue merasa sakit perut dan gue tahu kalo ini bukanlah sakit perut biasa!!! *dengdengdeng*

Ternyata feeling saya tepat, ini adalah sakit perut bulanan yang biasa saya derita ketika saya mendapatkan tamu periode ituuuuhhh!!!! Uwaaaaaaaa!!!! Pikiran-pikiran penuh penderitaan mulai menjalar di otak karena di depan mat ague udah ada Kereta Derita ituuuu!!!

Kereta Derita pas perjalanan pulang lebih mending daripada waktu pergi, sirkulasi udara lancer, tempat duduknya lebih luas dan kita duduk di deket pintu pemisah gerbong (ini adalah hal yang krusial krn saat itu saya lagi sakit perut, setidaknya klo deket WC saya bisa bolak balik tanpa harus berjalan jauh). Waktu pertama-tama naik kereta sih masih biasa-biasa aja, masih bisa ketawa, maen capsah, cerita –cerita Tetapi sayangnya keadaan itu tidak berlangsung lama.

Penderitaan itu mulai menyerang sekitar jam 10 malam, ketika semua orang sedang berusaha untuk tidur. Perut sayah mulassssshhh dan sayah perlu ke kamar mandi. Dengan kondisi jalan yang telah saya uraikan di postingan sebelumnya, pergi ke kamar mandi di kereta itu perlu perjuangan sendiri. Akhirnya dengan melewati orang-orang yang bergelimpangan, saya sampai di kamar mandi dengan berbekal botol aqua besar. Gue isilah tu botol di wastafel karena kamar mandi di kereta (semua kamar mandi di China sebenernya, kecuali di mesjid dan resto muslim) gak ada aernya. Kondisi kamar mandinya sangat mengenaskan, seperti yang sudah saya kira, tapi karena memang di ujung tanduk akhirnya terpaksalah saya ngejogrok di situ.

Sakit perut ini berlangsung sampe jam 12 malem, oleh karena itu sayah berusaha untuk tidur. Sayangnya dengan keadaan perut sakit, pantat kram dan temen di sebelah gue yang ngobrol terus serta kondisi kereta yang mengenaskan, gue enggak bisa tidur!!! Gue cuma bisa mejemin mata… mencoba untuk tidur sebisanya… meski tetap gak bisa!! Aaaarrrggghhh!!

Dan, sakit perut itu mulai menyerang lagi menjelang subuh dan kali ini penderitaannya benar-benar luar biasa. Selain karena pengen ke belakang, perut gue juga kram (biasa… namanya juga sakit bulanan). Karena udah makin lama, maka kondisi kamar mandinya juga makin mengenaskan!! Sangat-sangat mengenaskan!! Udah ampir sama kayak tong sampah!!! Tapi karena emang enggak bisa ditahan (ato gue akan pup di celana), makanya terpaksalah gue memanfaatkan WC itu untuk melaksanakan kewajiban yang harus dilaksanakan dan tak bisa ditahan-tahan lagi. FYI, gue ke belakang bukan sekali – dua kali loooohhh… kebayang gak gue gimana saat itu? Kebayang enggaaaaakkkk!?!? *mule frustasi*

Alhasil, gue enggak bisa tidur semaleman, muka pucet nahan sakit, rambut lepek dan baju rasanya udah kayak dijemur enggak kering-kering. Anehnya, pas kereta udah nyampe di Beijing, perut gue enggak sakit lagi!!! Alhamdulillah… tapi tetep aja agak gondok, mestinya di kereta yang gak sakit, biar penderitaan gue di kereta laknat itu enggak double…

Itulah penderitaan saya selama perjalanan Xi’an – Beijing – Xi’an yang mengenaskan dan berdarah-darah (literally). So, the moral of the story adalah JANGAN NAIK KERETA HARD SEAT DI BEIJING!!!! Karena sama sekali enggak beradab!!! Hanya cocok untuk orang China asli!! Waspadalah… waspadalah…

 

May the Force Be with You,

 

Febi

Si Keren yang Pemalu

 


Responses

  1. Hai Febi,
    Duh kok sakit bulanan nya sampai diare?
    Blogwalking ke wordpress ku dong, semoga berguna. http://www.happygherbal.wordpress.com
    Makasih🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: