Posted by: arfebrina | February 4, 2012

14 Hours in Train of Pain Pt. 1

HeyHo, Temans!!

Kali ini saya mau bercerita tentang salah satu pengalaman tak terlupakan ketika saya mendapat kesempatan untuk mengambil program LL.M di China, yaitu perjalanan penuh derita dengan menggunakan China’s slow train hard seat from Beijing to Xi’an dengan 14 jam perjalanan. Aaaaarrrrggggghhhhh!!!!!

Awal mulanya adalah rencana saya dan teman-teman saya untuk travelling during Wu Yi, dimana Wu Yi adalah hari libur selama 3 -5 hari untuk memperingati Hari Buruh yang jatuh tiap tanggal 1 Mei. Dan, setelah beberapa perundingan penuh peluh dan derai perjuangan, akhirnya kita putuskan untuk travelling ke Xi’An, the Terracotta City. Rencana perjalanan-pun sudah matang, apa saja yang akan kita lakukan di sana-pun sudah oke, tinggal beli tiket keberangkatan yang bakal dijual seminggu sebelum hari keberangkatan. Karena kita niatannya backpackers, kita mutusin untuk ambil slow train hard bed aja, toh meski lambat yang penting kita bisa tidur, kan.

Seminggu sebelum keberangkatan, jam 6 pagi-pun salah satu teman saya yang bernama Surya (liat postingan Tragedi Coklat) udah siap-siap buat beli tiket, kita hanya bisa menyemangati karena kita semua ada kelas pagi kala itu dan cuma Surya yang berani bolosh. Dan, saat makan siang bareng, Surya mengabari kalau tiket dengan kelas yang kita mau itu…. HABIS!! HABIS!! HABIS sodara-sodara!!! Aaaaaaaarrrrggghhh!!! *jambakrambut *dramaabiiiissshhh

Setelah rapat semaleman (serius semaleman!!), nelpon sana-sini cari tiket murah dan tetep gak dapet, sementara tiket pesawat terlalu mahal, kita dapet pencerahan. Salah satu temen kita bilang di Beijing South Station, tiket ke Xi’an masih dijual, tapi kelas yang paling murah. So, pergilah gue berkelana ke Beijing South Station dan ternyata di sana… MASIH JUAL!! Yeeeeaaahh!! Yeeeaaahh!! \*o*/ Tapi sayangnya cuma tersedia kelas yang paling murah dan karena hasil rapat semalam adalah apapun yang terjadi kita tetep pergi ke Xi’an, terbelilah tiket dengan kelas paling murah tersebut, yaitu slow train hard seat dengan lama perjalanan 14 jam! Dari sinilah semua penderitaan itu dimulai!! Aaaaaarrrrggghhh!!!

Pas berangkat semuanya SEMANGAT45!! Apalagi kita pake baju seragam “We are Indonesia”, yang sukses membuat kita terlihat seperti anak panti asuhan. Total ada 9 orang yang pergi, termasuk gue. Pas di station kereta kita excited! Udah kayak orang gila mau berangkat perank!! Lebih excited waktu kita udah dibolehin masuk kereta… excited karena pengen liat keretanya kayak apaan…excited karena ini sudah waktunya kita masuk ke 14 jam penuh siksaan!!

Pertama masuk, well, kereta-nya gak seburuk yang kita bayangkan. Seat-nya lumayan lebar, jarak antar seat lega, AC juga berfungsi dengan baik, secara keseluruhan not bad laaa… (ini asumsi sementara karena kita belum melihat toilet-nya). Yak, kita duduk dan mulai membongkar ransum yang kita bawa. Kemudian para CK (sebutan kita utk penduduk lokal) itu berdatangan satu demi satu dengan sangat berisik, duduk di tempatnya satu persatu dan di sinilah keanehan mulai terjadi. Tiba-tiba gue di lorong-lorong orang-orang membuka kursi lipat dan duduk!! Ada juga yang bawa bantal duduk dan terduduk dengan tenangnya di lorong-lorong sambil membaca koran. Sesaat sebelum kereta berangkat, lorong kereta itu sudah tidak bisa dilalui orang lalu lalang lagi!!! Karena lorong-nya penuh dengan orang yang duduk, bahkan tidur dengan menyelonjorkan badannya dari kolong kursi ke kolong kursi!! Reaksi kita : SHOCK TINGKAT TINGGI!! Ternyata ada kelas lain yang lebih murah, yaitu kelas NO SEAT!! OMG!!!

Jam-jam pertama di kereta, kita masih Happy Goes Happy. Ketawa-ketawa, cerita-cerita, main capsah, makan ransum. Namun seiring berjalannya waktu, mulailah pantat kita merasa tidak enak, antara sakit, nyeri dan sakit nahan boker… okey, yg trakhir mungkin sedikit berlebihan. Nah, di sinilah penderitaan tingkat tinggi dimulai. Mari kita mulai…

  1. Pas mau ke toilet orang-orang yang bertebaran di lantai kereta bener-bener udah kayak ikan sarden yang diamparin di pasar!! Well, ini jelas bukan situasi kondusif kalau kita udah kebelet, karena kita harus menghindar supaya kita gak nginjek tu orang-orang yang bergelimpangan. Pas pertama-tama gue masih berusaha menghindar dan untuk selanjutnya… udah gak keitung berapa tangan atau kaki yang udah gue injek malem itu, literally.
  2. Pas mau tidur, orang-orang CK itu pada berisiiiiiiik banget!! Alamatnya kita gak bisa tidur. Dan, ini rupanya berakibat sampe akhir perjalanan dengan kereta derita ini, jadinya kita malem-malem sampe subuh-pun masih berisik grasak-grusuk dan bahkan kita sempet dapat terguran dari orang-orang CK itu.
  3. Masih berhubungan sama yang nomor 2, ketika kita gak bisa tidur, dengan kondisi kereta yang sama sekali gak nyaman, itu sama aja dengan PENDERITAAN TIADA AKHIR!! Kalau Patkay menderita karena cinta, kita menderita karena kereta!! Aaaarrrghhh!!!
  4. Have I told you the toilet condition? Well, selain bau, jorok, banyak sampah, gak ada air, gak ada tisu, *beep* berceceran… yak, sudah cukup… aku tidak mau mengingatnya lagi!!! Huhuhuhu…

Sekitar jam 8 pagi kita nyampe Xi’an dengan disambut mentari pagi yang cerah dan terang benderang. Tampang kita udah kusut masai karena gak tidur, badan lemes, pantat sakit, intinya sih kita keliatan lecek banget. Rencananya sebelum ke hotel kita mau jalan dulu ke Pagoda di tengah kota, tapi kita semua udah gak sanggup. Semuanya udah kayak zombie yang nyari kasur dan bantal buat bertahan hidup. Dan, akhirnya kita semua langsung ke hotel dan tepar…

Apakah kalian kira penyiksaan ini berakhir sampai di sini? Hold that thought!! Karena perjalanan pulang akan lebih menderita lagiii!!! Terutama buat sayaaaa!!! Huaaaaaaa!!!

To be continued…

May the Force Be with You,

Febi


Responses

  1. […] lembah (beneran loh ini, bukan niru-niru Ninja Hattori) ke Xi’an – iyah, yang saya sakit2an naik kereta itu. Waktu itu saya dan rombongan menaiki kereta dari kota untuk mendaki gunung Hua Shan. Nah, […]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: