Posted by: arfebrina | November 15, 2011

Movie IMO: “Pengkhianatan G30S/PKI”

Notes:
Review ini adalah berdasarkan pendapat dari penonton awam, tanpa adanya dugaan tujuan propaganda di baliknya, jadi review ini adalah murni tentang film itu sendiri.

Sebenernya saya takut ketika menonton film ini dan menurut saya film ini justru lebih menakutkan daripada film-film horror yang akhir-akhir ini menghiasi bioskop Indonesia. Dan, perasaan ini datang tanpa alasan yang jelas. Bisa karena musiknya yang bikin merinding mungkin atau karena suasananya yang gelap atau mungkin karena kesan dari PKI itu sendiri. Selain itu, pemikiran bahwa ada orang-orang yang membunuhi jendral-jendral karena ingin mempertahankan kekuasaan serasa mengerikan.

FYI, jaman orde baru dulu film in selalu diputer setiap tanggal 30 September dan bahkan anak-anak SD dikasih PR untuk membuat rangkuman fim tersebut, termasuk saya, yang akhirnya malah dibuatin sama si mbak karena filmnya sampe larut malem. Alhasil, saya gak sempet nonton ni film waktu masih heboh di jaman orde baru dan baru berkesempatan menontonnya sekarang.

Ceritanya sendiri berkisar tentang pengkhianatan PKI, mereka menebar isu tentang dewan jendral dan kemudian menculik dan membunuh para jendral angkatan darat pada tanggal 30 September 1965 yang kemudian disebut Gerakan 30 September. Kemudian, Pak Soeharto yang waktu itu jadi panglima kostrad disebut-sebut sebagai pembasmi gerakan ini. Cerita detailnya bisa dibaca di buku-buku sejarah SD masing-masing yaaa…

Nah, yang jadi inti film ini adalah cerita pengkhianatan PKI itu sendiri dan juga cerita ‘kepahlawanan’ Pak Soeharto. Di bagian pertama film diperlihatkan rapat-rapat konsiprasi PKI, bagaimana mereka menyebarkan isu dewan jendral dan tentunya penculikan dan pembunuhan para jendral itu sendiri. Di sini dengan gamblang diperlihatkan bahwa PKI-lah sang tokoh antagonis dan penjahat-nya, di mana hal ini juga membuat stigma untuk memusuhi PKI sampai sekarang. Dan, di bagian kedua justru berpusat kepada Soeharto dan usaha-usahanya untuk membasmi gerakan PKI.

Film-nya sendiri bernuansa gelap dengan music yang mencekam sepanjang film. Dan, perlu dikasih jempol untuk make-up dan darah yang agak brutal pada saat penyiksaan para jenderal dan ketika para jenderal itu diangkat. Para actor di film ini-pun menurut saya bermain sangat ciamik tanpa dipaksakan untuk menjadi semirip mungkin dengan karakter aslinya. Selain itu, factor penting yang membuat film ini tambah terasa nuansa mencekamnya justru adalah asap rokok dan kopi, karena dengan 2 hal itulah terasa sekali suasana dalam tekanan.

Satu yang menurut saya kurang adalah tidak adanya latar belakang dari para jenderal tersebut, dimana tidak dijelaskan latar belakang kenapa PKI itu menyerang jenderal-jenderal itu. Meskipun ada isu dewan jenderal, tapi tetap saja tidak dijelaskan kenapa para jendral itu yang dipiilih sebagai korban. Terus kematian Ade Irma Suryani yang saya kira akan sedikit dramatis juga dieksekusi dengan tidak terlalu baik, apalagi waktu salah satu anak Jendral Pandjaitan membasuh mukanya dengan darah ayahnya, terasa terlalu dibuat-buat.

Overall, terlepas dari semua kekurangan, kontroversi dan isu propaganda, film “Pengkhianatan G30S/PKI” adalah sebuah film Indonesia yang epic dan apik, yang bahkan akan sangat sulit untuk diremake karena kesan film ini yang sangat mengakar.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: