Posted by: arfebrina | June 29, 2011

Digestive Problem that Makes Me Looks Silly

Dear Pembaca (kalau ada), maaf karena sudah bberapa minggu ini saya tidak posting di blog tercinta ini. Saya tahu saya adalah blog writer yang buruk karena serigkali menelantarkan blog ini yang membuat anda semua kesepian karena tidak membaca berbagai tindakan dan opini bodoh saya. *geEr mode ON…

Jadi setelah 2 postings sblmnya saya membicarakan hal-hal yang agak serius, marilah kali ini kita berkonyol2 ria dengan kisah2 jenaka saya yang kali ini berhubungan dengan saluran pencernaan. Jika saya menyebutkan ‘Saluran Pencernaan’ pastinya udah tau dunks apa yang mau saya bicarakan. Bwuahahahuahua…!!!

Maka daripada itu, saya akan memberikan peringatan bahwa postingan kali ini mengandung sedikit isi yang menjurus kepada kata ‘menjijikkan’ tergantung bagaimana cara pandang anda terhadapnya. Sayah tidak akan bertanggung jawab terhadap efek samping yang terjadi seperti mata jereng, sakit perut, dan rahang lepas yang mungkin akan terjadi karena anda terlalu banyak menertawai kebodohan saya pada cerita kali ini.

Kita sudahi basa-basinya…mari kita mulai ceritanya…

Saya itu punya masalah yang enggak jelas sama saluran pencernaan, klo udara-nya tiba2 brubah jd dingin, saluran pencernaan saya jadi labil dan galau shingga memicu untuk mengluarkan isi perut dr blakang (baca:BOKER). Oleh karena itu saya pny banyak kisah mngenai ini dan salah satunya adalah sebagai berikut…

Waktu itu pagi-pagi skitar jam 7 dan saya berniat brangkat bimbingan skripsi dengan hati riang. Kampus saya terletak di daerah Grogol, jaket kampus kita warnanya biru dan ada gambar trisulanya (apa msh gak tau kampus apaan? Taun 1998 belom lahir ya?!?). Naaaaaaaaahhh… tumben2an banget jalanan MACET!!! Padahal itu pagi-pagi dan biasanya gak semacet itu. Gue pertamanya tenang-tenang aja, toh janji sm pembimbing jam 9 dan msh ada waktu skitar 2 jam lagi. Tapi mule di depan Slipi datanglah masalah itu… masalah yang menurut saya cukup BESAR!!

Entah karena kedinginan, entah karena stress sama skripsi ato emg perut gw bermasalah, tiba-tiba saya kepengen boker…ker…ker… dan kali ini kebeletnya tanpa basa-basi pula, gak ada pembukaan, tiba2 ‘dia’ langsung turun ke ujung. Dalem ati gw berdoa smoga macetnya cepet selese dan gw bahkan udah pegang2 koin biar kebeletnya bisa ketunda dikit, bahkan gw ampe mukulin jok mobil tapi gak ada ngaruhnya sama sekali. Gw udah ngulet-ngulet nahan kebelet ketika ternyata macet-nya makin parah pas nyampe di jembatan depan MTA. Aaaarrrrggghhh…!!!

Dengan pikiran gw yg cepat laksana sonido akhirnya mobil-pun dibelokkan ke dalam MTA dengan sedikit ngepot-ngepot dan berdoa dalam hati ada toilet yang bisa digunakan. Mobil-pun diparkir seadanya dan gw langsung berlari masuk ke dalam mall yang sepi sunyi sendiri aku benci yang bahkan tidak ada hingar bingar seperti di pasar (halaaah…). Gue lari-lari nyari toilet dan ketika ketemu rasa-rasanya toilet itu seperti bersinar dan berdendang dalam irama ketukan 4/4 dengan alunan dari soneta. Gue berlari, niat langsung gw tabrak aja tuuh pintu…tapi yg gue dapatkan adalah pintu yang terkunci!! Aaaaaarrrgggghhh…!!!! *tambah frustasi .

Ternyata masih pagi begini toilet-pun masih dikunci sodara-sodara!!! Gw meraung frustasi sambil terus membungkuk krn nahan kebelet. Karena pikiran gue yang secepat sonido itu, gue berlari menghambur keluar dan mencari alternatip toilet. Perut gue saat itu udah meliuk-liuk gak karuan dan koin di tangan-pun masih tetep gue pegang. Untungnya ketika berlari menghambur keluar itu saya bertemu dengan seorang satpam. Merasa ada harapan, tu satpam kelihatan bercahaya dengan jaring laba-laba belang di belakangnya (halaaah…). Maka terjadilah percakapan antara saya dan pak satpam.

Saya (muka merah mesam mesem): Pak, ada toilet yang enggak kekunci?

Satpam (tampang terang tjekikikan): Ada, dek… di parkiran, tepat di depan pintu.

Apaaaaaaahhhh!!!! Gue tanpa berpikir panjang langsung lari ke pintu tempat gw masuk tadi… perut makin melilit, pandangan kunang-kunang, jidat basah oleh peluh (LEBAY mode ON). Dan, begitu saya keluar di pintu itu, terlihatlah kamar mandi itu… dan kali ini kamar mandi itu benar2 terlihat bercahaya, dengan sayap dan tangan-tangan yang menarik saya masuk ke dalamnya. Dan, berlarilah saya ke hutan belok ke pantai… eeeh, salah… maksudnya, berlari masuklah saya ke dalam toilet itu dan di situlah saya merasakan kelegaan yang luar biasa dan tiada tara. Bagai ketemu tapir yang joged ala robotic!!

Setelah selesai, saya keluar kamar mandi dengan wajah sumringah dan berniat kembali ke mobil. Celingak clinguk kanan kiri saya benar-benar terkejut dengan tempat dimana mobil saya terparkir dengan indahnya. Ternyata, oh, ternyata… saya parkir di sebelah toilet itu!!!! Aaaarrrggghhh…!!!

Moral of the story: Jangan kebelet pas lagi macet!!

May the Force Be with You!!

Febi =D

ps: sonido = arrancar’s step that super fast


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: