Posted by: arfebrina | November 11, 2010

Jalan Payung

Hmmm…entah kenapa pas gw lagi guling-guling di kamar menikmati waktu pengangguran gw, gw jadi keingetan sama kejadian ini. Salah satu pengalaman gw waktu gw di Beijing dan sama sekali buta sama struktur kota itu. Well, di Jakarta yang gw tinggalin seumur idup aja gw masih buta jalan apalagi di Beijing yang baru 2 minggu.

Mungkin cerita di bawah ini bisa jadi masukan untuk sodara-sodara sekalian yang ingin berkunjung ke Beijing, entah untuk study atau jalan-jalan. Untuk para wisatawan, saya sarankan agar selalu mengikuti tur guide jika anda tidak bisa berbahasa China, karena berbahasa Inggris-pun akan percuma kalau kalian nyasar. Untuk yang study, jika kalian sama sekali enggak bisa bahasanya, jangan coba-coba untuk nyasar…

Here it goes…

Waktu itu, gw baru 2 minggu di Beijing, baru dateng dan saat itu lagi bulan puasa. Dan, seperti perantau pada umumnya, kangen masakan Indonesia, apalagi di negeri yang sangat susah untuk mencari makan bagi muslim, adalah hal yang wajar dan pada tempatnya. Ketika itulah gue ngeliat poster yang terpampang di loby asrama, tu poster lay outnya gak gitu bagus, tapi jelas-jelas mencantumkan “Indonesia Gathering”… Mata gue langsung terbelalak dan gue jingkrak-jingkrak saking senangnya… sampe2 temen gw yg dr Ostrali mendelik gw dengan tatapan aneh, mungkin karena kejadian itu gue enggak pernah ketemu dia lagi.

“Indonesia Gathering” itu bakal diadain di KBRI Beijing yang terletak di Dongzhimen District, sebagai pendatang baru yang enggak bisa bahasanya, enggak kenal daerahnya, dan belom tau ada tekhnologi Google Map (di Chn, google map-nya canggih loooh. Bisa ngasih tau direction to go there lengkap dengan nama2 angkutan umumnya), gw berinisiatip utk ngajak temen Indonesia gw yg udah belajar bhs Mandarin dari umur 4 tahun. Btw, namanya Chicha dan dia adalah temen Indonesia pertama gw di Beijing, dan bodohnya kita enggak kenal orang2 Indo yg laen.  Lalu kita berdua ngeliatin peta besar yang ada di loby untuk mencari tau di mana letak Dongzhimen itu. Si fuwuyuan (bhs Chn untuk pelayan) akhirnya bantuin kita dan menunjukkan di mana letak district itu, mungkin dia kasian ngeliat gw sm Chicha yang udah ileran di depan peta.

Long story short, kita mutusin untuk ke sana dengan naek Subway, karena gw dengan sotoynya bilang tau gimana cara naik subway ke sana. Dari sini aja udah mengindikasikan bahwa perjalanan ini tidak akan berjalan lancar. Dan, bener aja sodara-sodara, tepat ketika kita udah masuk tu kereta…hujan mulai turun dengan derasnya. Dan, setelah mengarungi subway jalur 13 kita akhirnya sampe di stasiun Dongzhimen. Dari sini, masalah dimulai… kita enggak tau gimana cara ke KBRI-nya!!! Jadi dengan muka pede minta digampar kita berinisiatif untuk bertanya dan untungnya si Chicha ini jago bhs Mandarin. Kita nanya sama seorang polisi gendut yang keliatan berwibawa dari jauh, jadinya kita nyangka klo dia kepala keamanan di situ. Dan, beginilah kira2 percakapannya (sudah diterjemahkan menjadi bhs Indonesia…tenang..)

Kita (gw dan Chicha masudnya, tp dlm praktek cm Chicha yg ngomong) : Pak, numpang tanya. Kalau KBRI dari sini ke arah mana, ya??

Polisi gendut (disingkat polgen): Oooh, kalian ke arah utara aja. (Kebiasaan orang sana klo ditanya soal arah adalah ngasih tau nama arah mata angin, sayangnya gw antara barat sama timur aja enggak bisa bedain)

Kita (enggak mudeng sm arah utara): Hah?!?

Polgen: Ke sana! (katanya sambil menunjuk ke suatu arah)

Kita (dengan muka mirip cacing kremi): Ooooh… Dari sini jauh enggak, Pak kira-kira? Bisa jalan kaki atau harus naik taksi?

Polgen (kali ini dia sok-sok an pake bhs Inggris ketika mengetahui 2 makhluk di depannya adl org asing): No, no… it’s not far. 200 meters! (si Polgen berkta dengan yakinnya)

Lega…ternyata tempatnya enggak jauh lagi dari situ jadi kita bisa jalan kaki, si Chicha bahkan sudah membeli payung murah dan cantik sebagai perlengkapan (meskipun nantinya payung ini akan berakhir tragis, maklum buatan China, murah pula).

Kemudian, dengan tatapan lurus ke depan dan payung di atas kepala, kita berdua berjalan mengarungi hujan deras dengan style yakin.

Beberapa (baca: sangat) lama kemudian…

Kita berdua yakin kalau kita udah jalan lebih dari 500 meter tapi belom nyampe juga. Sepatu converse gw udah basah, jalanan becyek gyak adya ojyek pulaaaaa… gw sm Chicha udah prustasi. Kita nyoba untuk nanya lagi sm orang dan orang yang kita tanya jg bilangnya udah deket. Jadilah karena persepsi kalo udah deket kita jalan kaki lagi dan urung naik taksi karena kita enggak mau rugi. Btw, have I told you kalau kejadian ini terjadi pas bulan puasa dan saat itu gw juga lagi puasa? Jadi, saya harap anda mengerti betapa menderitanya saya ketika itu. Huhuhu…

Okeeeeyyyhhh… ini kayaknya uda 1 KM lebih kok kita belom nyampe juga, yaaaaa…. Aaaarrrggghhhh…gw prustasi!!! Dan, si Chicha juga uda mule ingusan… Namun, akhirnya setelah melewati jalan berliku-liku sampailah kita di KBRI Beijing!! Dan, penderitaan itu terbayar karena akhirnya kita dapet makanan Indonesia gratis!! Tapi, sayangnya tu makanan dijatah sm panitia!! Peliiittttttt!!!

Tapi, cerita ini tidak berakhir sampe sini. Jalan payung belom selesai…

Well, untungnya pas kita pulang kita ketemu sm anak2 univ laen dan kita dikasih tau jalan pulang. Dan, ternyata di seberangnya KBRI ada STASIUN SUBWAY!! Begitu tau klo kita enggak usah melewati jalan tadi, rasanya tu stasiun bersinar-sinar!! si Chicha aja sampe berhenti ingusnya saking senengnya. Subway ini ada di line 10, jadi kita harus tuker kereta karena stasiun subway deket kampus ada di line 13.

Dan, sodara-sodara… pas kita nyampe di stasiun tujuan bernama Wudaokou… hujan kembali mengguyur dengan derasnya. Kejadian berikutnya membuat gue menyadari bahwa teman gw bernama Chicha ini di kemudian hari akan menjadi teman bodoh yang harus gue bully demi mengingat jasa-jasanya. Btw, sekarang ini si Chicha ini punya nama julukan “Chichak si Otak Semangka”.

Jadi, karena ujan, gw kepikiran naik taksi…tapi si Chicha…

Chicha: Mending jalan kaki daripada naek taksi deeeeh, Feb. Deket ini…

Gw: Hah? (saat itu gw masih memasang tampang sok cool). Tapi, kan ujan Cha…

Chicha: Kan deket, Feb. Lumayan ngemat 10 kuai ongkos taksi…

Well, gw yg emang dasarnya pelit jadi terbujuk oleh rayuan si cicak satu ini… dan berjalanlah lagi kita di tengah guyuran ujan yg enggak ada tanda-tanda bakal berhenti itu.

Then, guess what, karena otak si Chicha yg emang kayak semangka itu lagi-lagi kita nyasar!!! Nyasar pas pulang ke kampus sendiri!!! Dan, kita (baca: Chicha) pun bertanya sama orang… yang langsung menunjukkan bahwa ternyata kampus kita tepat ada di belakang posisi kita berada sekarang. Lega… tapi… kampusnya emang udah deket, tapi asrama kita maseh JAUUUUUHHHH!!! Aaaaarrrrgggghhhhh….

FYI, kampus kita itu sangaaaaatttlaaaah besar…jadi jalan menuju asrama juga berliku-liku… dan lagi2 kita gengsi untuk naek taksi karena (selalu) merasa kalau jarak ke asrama sudah dekat… Huhuhu…

Alhasil, malem itu gue nyampe asrama dengan baju lembab, sepatu kuyup dan mata semerawut… laen kali, jangan percaya sama Chichak untuk nyari arah dan jangan juga percaya sama org di Beijing, meskipun polisi, untuk nunjukkin arah.

Setelah kejadian ini gue tau kalo buat org China jarak 2 KM adalah sama dengan jarak 200 meter… mereka emang terbiasa untuk berjalan kaki kemana-mana, jadi jarak segitu emang enggak ada artinya. Beda sama orang Jakarta yang kemana-mana naek mobil, bikin macet jalen. Dan, gw juga tau kalau ada yg namanya Google Maps yg selalu gw manfaatkan kalo gw mau pergi ke daerah antah berantah…

Semoga yang baca ini (kalau ada) bisa mengambil hikmahnya… Hihihihi…

Febi =D


Responses

  1. […] kota-kota di China. Sebelumnya hal ini sudah pernah saya ungkit sedikit di postingan saya tentang Jalan Payung. Tetapi, setelah dipikir-pikir saya cukup sering ketipu soal perkiraan jarak dan waktu selama di […]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: