Posted by: arfebrina | November 1, 2010

What is ‘Moral’?

Sebelumnya saya mau bilang kalau saya dapat ide ini ketika bangun tidur dan lagi ngulet2 di tempat tidur. Jadi…yah… ini tulisan serius siiih…tapi bisa juga ditanggapi dengan tidak serius…tergantung bagaimana perspective dari masing-masing manusia…

Yah, jadi ketika saya terbangun dari tidur beberapa hari yang lalu, saya inget hari pertama saya kuliah hukum. Sebagai anak baru yang emang waktu itu gak tau apa-apa soal hukum di Indonesia -dikarenakan saya adalah anak IPA dan bercita-cita jadi dokter hingga akhir semester pertama kelas 3 SMA- saya gak tau harus jawab apa ketika ditanya definisi hukum.

Salah satu teman saya menjawab bahwa hukum adalah tata tertib, yang satunya lagi peraturan, terus yang paling depan bilang hukum adalah norma yang berlaku di masyarakat, ada lagi yang bilang bahwa hukum adalah sesuatu untuk mencegah masyarakat berbuat kejahatan. Pokonya macem-macemlaaaah.

Dan, kemudian dosen saya menarik kesimpulan bahwa setiap orang bisa berdefinisi, bisa menggungakapkan pandangannya mengenai hukum. Sama saja dengan melihat gajah, kita bisa bilang gajah itu besar, orang lain juga bisa bilang bahwa gajah itu kecil dan gak ada apa-apanya kalau dibandingkan t-rex, misalnya.

Well, ini berarti semua orang bisa punya definisinya sendiri mengenai apakah hukum itu. Dan, menurut saya, begitu juga dengan moral.  Mungkin untuk kasus ‘moral’ lebih tepat jika dibilang setiap orang punya pandangan yang berbeda mengenai batas-batas moral itu sendiri. Tapi, sayangnya, moral di Indonesia dianggap seragam, yaitu jika bertentangan dengan nilai-nilai agama tertentu maka itu melanggar moral. Dan, bahkan beberapa kelompok melakukan tindakan-tindakan tanpa dasar hukum dengan dalih untuk melindungi moral bangsa, untuk menjaga moral bangsa.  Padahal, lagi-lagi menurut saya, apa yang mereka lakukan juga bukan hal yang patut ditiru.

Contohnya adalah waktu kasus Playboy Indonesia. Saya bukannya membela Playboy atau bagimana, tapi saya merasa ini adalah hal yang tidak adil. Saat itu Playboy dianggap akan merusak moral bangsa karena majalah ini memang terkenal sebagai majalah dewasa, oleh karena itu ada kelompok masyarakat yang ramai-ramai merazia Playboy dan merobek-robeknya. Tetapi, waktu saya nonton di tivi, di sebelah mereka ada tabloid yang jelas-jelas memasang pose yang lebih syuuuur ktimbang cover playboy saat itu. Jadi, kesimpulan yang saya ambil adalah..Playboy dipermasalahkan karena soal nama majalahnya, padahal kata adek saya dalemnya sendiri enggak ada apa-apanya. Saat saya bilang ke teman saya apa yang adek saya katakan, dia malah bilang adek gw udah kena krisis moral.  Lha, saya bingung…adek saya itu cowok…dan naluriah bahwa dia suka liat cewek…apalagi cewek dengan lingerie… jadi kalo naluriah cowok itu berarti gak bermoral gitu??? Sekali lagi definisi moral menjadi bias di sini…

Contoh yang kedua adalah si Ariel ‘PeterPan’…ini agak bahaya, siiih…bisa-bisa blog gw diprotes ibu-ibu. Tapi saya punya dasar demokrasi dan ini Indonesia, sodara-sodara. Jadi, yah, back to Ariel.  Entah kenapa semua orang bilang si Ariel ini telah membuat video porno…hmm…ini agak gak jelas. Soalnya menurut saya yang dia buat adalah sex tape, sodara-sodara dan itu mungkin sedikit berbeda dengan video porno. Just admit it, everybody have a sex tape…at least I know some of my friends have it dan mereka adalah salah seorang yang terbaik di dunia. Mereka mungkin bisa dibilang agak bejat mengingat kelakuannya, tapi mereka enggak pernah ngancurin property orang, enggak pernah nikah sama anak di bawah umur, dan selalu bersedia menolong temannya yang lagi kesulitan. Jadi kalo si Ariel ini buat sex tape, gw ngerasa itu haknya dia …yah, klo diliat dari sudut pandang agama itu emang zinah dan gak peka sama budaya Indonesia. Tapi saya merasa dia enggak perlu dibawa ke ranah hukum, biarlah ia berjalan tertunduk malu di depan ibu-ibu yang memandangnya sinis, berjalan dengan membawa perasaan bersalah kemanapun ia pergi. Biarlah itu sebagai hukumannya dan saya bilang, ini jauh lebih sulit dan lebih berat ketimbang hukuman penjara.

Okey tiba saatnya kesimpulan…

Jika ada yang bilang kalau orang yang baca playboy udah krisis moral, orang yang nonton bokep enggak bermoral, orang yang melakukan sex bebas adalah orang yang tidak bermoral… maka bagaimana dengan orang yang melakukan pengrusakan property orang lain tanpa dasar hukum yang jelas, padahal Indonesia adalah negara hukum… bagaimana dengan seorang pemuka agama yang menikahi anak umur 12 tahun… bagaimana dengan para pejabat negara yang pergi ke luar negeri ketika rakyatnya sedang susah… apakah ini yang disebut bermoral???

JAdi, kita tidak bisa menjudge apakah seorang itu bermoral atau tidak hanya dengan melihat kelakuannya, tapi moral dan batasan-batasannya harus juga dinilai dengan empati.  Contohnya, temen gw yang punya 300 GB bokep di hard disknya bukanlah orang yang jahat, kok, dia enggak pernah ngerusak toko orang dan dia sayang banget sama nyokapnya. In addition, menurut gw, seseorang tidak bisa menjudge dan mendeklarasikan bahwa dirinya lah yang paling bermoral, bahwa dirinyalah yang akan menyelamatkan moral bangsa… karena setiap orang mempunyai pandangan dan batasan yang berbeda mengenai “What is ‘Moral?”

Kesempurnaan adalah milik Allah SWT dan ketidak sempurnaan adalah milik manusia. Saya hanya mencoba mengungkapkan pendapat saya melalui tulisan ini, mohon dibaca dengan pikiran terbuka…

Febi =D


Responses

  1. sapa boy tmen lo yg punya sex tape? Knal g gw? *kepo

    Anyway soal ini kyna gw g s7 d..soal playboy itu uda sring diklarifikasi fpi di tv kl yg mreka laporin itu ada brp belas majalah tp yg diproses polisi cm playboy,trus soal nyerang2 itu mreka blg kl stiap ngasi himbauan/dialog mreka slalu ngundang wartawan,tp g ada yg dtg,pas pringatan traker aka nyerang br rame2 dtg,mreka nunjukin undangannya&wartawannya g bs jwb..jd jgn tlalu pcaya tv lah,gw tmasuk bela mreka krn gw lyat sndiri hasilnya,dulu di komplek gw tyap ada hajatan slalu muncul warung remang2&psk nya sxan,meresahkan bgt lah,akernya digrebek mreka ampe skrg g pnah muncul lg dr jaman gw sma..

    Soal ariel jg gw amat s7 dia disidang,bner kt jaksanya ‘sbg artis g memberi panutan pdhl byk ank kcil yg ngidolain dia’ g usah lyat jkt,lyat d daerah2 emg bner kan kasus perkosaan mningkat krn ariel…skrg tu org indo serba permisif,dulu org MBA dianggep hina bla3,coba skrg ‘yah namanya manusia bs khilap’ ,dulu g ada org brani mnm2 alkohol dpn umum,skrg bir bintang dtaro plg dpn, akernya smua jd ‘halal’ smua jd ‘boleh’ sok modern&kebarat2an,jd mnrt gw ya balik ke agama masing2 d,jgn dcampur aduk ama pluralisasi lah,era ini itu,jgn yg bner disalah2in,yg salah dianggep bner&didewa2in..

  2. Eheeem…ehem..saudari Liyna…sblmnya saya minta maaf krn komen loe terdampar di email dan perlu di approve sblm muncul… dan, elo gak kenal kok sapa orgnya yg pny sex tape…

    Ttg Playboy, knp gw merasa gak adil…krn isi Playboy Indonesia gak ada apa2nya, tmsk yg edisi pertama. Well, trs knp jg mreka baru rame pas playboy muncul..sampe yg msk tipi cm Playboy…sblm Playboy udah ada bbrapa tabloid yg lebih parah dr itu. Gw blg, sh emang krn namanya aja Playboy makanya heboh. Nah, skrg FPI pas ada kyai mereka yg terbukti bersalah bertindak gak wajar…mereka ke mana? Pdhl korbannya anak2 yg gak bersalah

    Ttg Ariel, well…gw merasa smestinya yg jadi masalah itu penyebar.. klo Ariel diadilin sedemikian rupa, gmn dgn penyebarnya?!? Sama sekali gak muncul ke publik kok. Emang tindakan Ariel (for the free sex, not the sex tape) salah dan gw jg gak setuju dengan itu, tapi gak berarti dia bisa dihina-hina donk, diperlakukan seolah-olah bukan manusia…justru dia hrs dibawa ke jalan yang benar.

    Ariel emang artis…tp hakim gak bs ngejudge dia harus jadi panutan donk…dikenal byk org gak brarti hrs jd panutan. Terus anak2 kecil tau drmana ada video bgitu. bisa liat drmana? Kemana orang tua mereka yang sharusnya mengawasi…ini sebagian besar jg salah media yg memperlihatkan cuplikan video itu. Dan, krn itu anak2 jd ingin tahu..apalg sampe jd TT di twitter.

    Yang gw permasalahin di sini bukan mengenai playboy ato Ariel ato FPI…tp lebih general dr itu. Yg gw lihat di sini adalah masalah mengenai moral yang udah bias. Okey, Ariel salah…free sex udah pasti dosa, tp krn itu kita cap dia sbg org gak bermoral? Trs org baca playboy…apa bisa itu diasumsikan sebagai tindakan tidak bermoral? Klo ntn bokep…itu jg gk bermoral? Gw yakin smua cowo pasti prnh ntn ato baca plg gak sekali.

    Yang gw lihat sekarang adalah byk ormas yg mulai bertindak sbg polisi moral, mau melindungi moral bangsa tp dgn cara yg salah dan parahnya lagi membawa2 nama agama sbg landasan tindakan mereka.

    Kt guru ngaji gw, di Islam tidak dikenal adanya demo..Islam itu cinta damai… dan skrg karena ormas2 itu Islam dikenal sbg agama hardliners yg suka menghakimi orang lain dgn tindakan anarkis… Seolah-olah mereka paling bermoral.(from Chicago Times klo gak salah). Itu yg gw gak suka..

    Well, yah perbedaan pendapat itu biasa bukan…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: