Posted by: arfebrina | May 23, 2012

I’m a SHY person, seriously

Saya ini orangnya pemalu dan saya ngomong ini dengan kesungguhan hati yang paling dalam. Meskipun teman-teman saya semuanya tidak percaya dan berkata bahwa saya bukan pemalu, tapi malu-maluin, saya tetap yakin saya ini orang yang pemalu.

Waktu kecil saya kira saya bukan orang yang pemalu karena kalo denger cerita dari nyokap sih saya ini dari kecil udah jagoan, maklumlah saya ini hasil didikan bokap yang ngajarin segala sesuatu perlu dihadapi dengan gagah berani. Contohnya, saya enggak takut jarum suntik, pas disuntik imunisasi, menurut nyokap, saya malah minta lagih. Dan, yang paling saya ingat adalah ketakutan saya terhadap badut sirna karena bokap yang terus-terusan ngajak saya main sama badut ancol. Pertamanya saya nangis, tapi lama kelamaan enggak. Terus waktu kecil saya juga takut berenang, tapi bokap malah ngelelepin saya dan bukannya nangis sejak saat itu saya malah kecanduan berenang.

Sebenernya, saya enggak tahu persis sejak kapan saya jadi pemalu, tapi kalo dipikir-pikir lagi mungkin sejak SD, sejak julukan gue adalah buntelan kacang atau gajah bengkak. Semenjak itu saya jadi pemalu, enggak berani ngadepin orang, kemana-mana enggak berani sendiri dan kalo ketemu orang baru cuma bisa diam membisu seribu bahasa. Entahlah, mungkin saya malu karena waktu kecil ukuran tubuh saya udah seperti mini dumbo.

Dan, hal-hal itu terbawa sampe sekarang meskipun udah enggak separah dulu. Kalo ke lingkungan baru, biasanya gue diem dulu, merhatiin orang-orang, enggak pernah nyapa orang duluan. Terus biasanya sifat pemalu ini muncul ketika saya harus berhadapan dengan cowok tampan (kyaaaa… kyaaaa…).

Namun, entah kenapa ada beberapa saat tertentu sifat pemalu saya ini hilang tanpa jejak!! Contohnya adalah waktu saya SMP saya dengan sukses nyanyi lagu tema kartun Crayon Shinchan (yang itu loooh… “seluruh kota adalah tempat bermain yang asyik…oooh senangnya aku senang sekali..”) di podium upacara di depan seluruh murid SMP saya. Itu adalah kejadian yang tak terlupakan dan saya sukses jadi ledekan adik-adik kelas maupun teman-teman seangkatan saya. Lalu ada juga beberapa kejadian-kejadian kecil yang sukses membuat teman-teman berpendapat saya ini malu-maluin instead of pemalu, contoh yang paling kecil adalah teriak-teriak di tepi jalan dan tindakan2 stupid lainnya.

Mungkin pembaca postingan-postingan stupid saya di blog ini juga beranggapan sama bahwa saya ini lebih ke malu-maluin daripada seorang pemalu. Tapi percayalah, saya ini pemalu loooh tapi saya pemalu yang bisa mematikan sifat pemalu saya di saat yang… eeeengg… tidak tepat…

I solemnly swear to do nothing good,

Febi

Posted by: arfebrina | May 3, 2012

L’Arc-en-Ciel Jakarta 2012 Concert Report

The concert was held on Lapangan D, Senayan, Jakarta on 2 May 2012.

This is a little report from my point of view.

L’Arc-en-Ciel Concert Report

Song List:

Ibara no Namida, Chase, Good Luck My Way, Honey, Drink It Down, Revelation, Hitomi no Jyuunin, XXX, Fate, Forbidden Lover, My Heart Draws a Dream, Seventh Heaven, Driver’s High, Stay Away, Ready Steady Go (intermezo) encore: Anata, 4th Avenue Café, Link, Niji.

Unforgettable Moment:

  1. Setelah 3 lagu, Hyde menyapa penonton dengan bahasa Indonesia
  2. Hyde memakai topi lebar berwarna hitam untuk nyanyi Hitomi no Jyuunin
  3. Hyde menangis di lagu Forbidden Lovers
  4. Bas Tetsu ketika lagu Fate menggema dengan indahnya
  5. Jogetan Hyde ketika lagu Seventh Heaven
  6. Clash! And Flash! ketika lagu Driver’s High, seluruh penonton lompat dengan kompaknya.
  7. Ken bercengkrama dengan penonton menggunakan bahasa Indonesia.
  8. Ken dan Hyde memainkan gambling, suling dan wayang, oleh-oleh yang dibelinya dari Pasaraya.
  9. Ken mengungkapkan keinginannya untuk berenang ditemani cewek-cewek berbikini, sayang cuma ada dia dan teman-temannya, semua penonton tertawa
  10. Tetsu membagikan-bagikan pisang dan lollypop dengan menggunakan bahasa Indonesia. “Mau pisang gue? Mau jilat lollypop gue?”. Ditambah ketika akhir konser, ia menembak-nembakkan pistol air-nya yang berbentuk pisang. Kawaii to the MAX!
  11. Solo drum Yukihiro! Panggung gelap, personel lain gak ada, hanya Yukihiro dan drumnya!!
  12. Permainan drum Yukihiro ketika lagu “Relevation” diiringi dengan teriakan “Oi, oi!” dari para Cielers
  13. Anata sing-a-long saat hujan rintik-rintik turun, sukses bikin galau.
  14. Lompat-lompat bareng pas lagu Link!!
  15. Salam perpisahan Hyde: mengerling, mengecup microphone dan memberikan long kiss goodbye

Comment:

  1. Hyde benar-benar cowok cantik sejati!! Kulitnya putih, badannya langsing, gerakkannya sexy!! Ditambah suara yang mumpuni!! Awww!!
  2. Tetsu dan Ken bener-bener komunikatif!!! Dan, Ken benar2 pelawak sejati!! Hahahaha…
  3. Yuki gak ngomong sepatah kata-pun, tapi ia bicara dengan gebukkan drumnya yang ajiiib.
  4. Secara keseluruhan, Hyde suaranya jernih tak bercela, gitar Ken apik, bas Tetsu membahana dan Yuki main drum dengan powerful. Sebuah konser yang sempurna!!
  5. Sayangnya, suaranya agak mendengung di awal-awal acara. Tapi makin lama makin apik
  6. Sayangnya, system antrian tidak berjalan dengan nyaman
  7. Sayangnya, panggungnya kurang tinggi untuk ukuran saya yang agak pendek ini.
  8. Sayangnya, saya tidak melihat satu tempat sampah-pun! Alhasil, sampah berserakkan di mana-mana

Overall, meminjam kata-kata Ken, MAN, MAN, MAN, TAP, TAP, TAP!!!

May the Force Be with You

Febi

Yak!!
Masih bersambung dari postingan sebelumnya, inilah daftar lanjutan tipe-tipe jamban di negara tirai bambu… Yihaaa…

4. Toilet Bubble

TINJA: B

Mereka mengklaim bahwa ini adalah toilet ramah lingkungan karena tidak menggunakan air, tapi menggunakan busa dan tanpa flush karena, katanya, kotoran akan ditelan oleh busa tersebut. Namun, yang mereka tidak pikirkan adalah ketika ada orang melepas si besar. Karena kecepatan busa untuk ‘menelan’ si besar lambat, makanya terkadang si besar itu masih mengapung-ngapung di atas busa-busa itu. Hal ini sempat membuat saya shock ketika melihatnya, diam sejenak, menutup pintu dengan slow motion dan jalan meninggalkan toilet itu dengan kaku terpaku. Toilet jenis ini saya temukan di sepanjang jalur pendakian gunung hua shan di kota Xian.

5. Toilet Baris

TINJA: A

Toilet jenis ini saya jumpai di stasiun kota Xi’an. Jadi toilet ini enggak ada pintunya dan gak ada jambannya, yang ada hanya saluran terbuka yang dialiri air dari belakang ke depan. Enggak peduli mau besar atau kecil, tetep aja buangnya di situ. Jadi kebayang donk kalo orang di belakang kita melepas si ‘besar’, maka si ‘besar’ itu juga akan mengalir ke tempat kita! Menjijikkan? Jangan tanya… Saya juga mau enggak mau menggunakan toilet ini karena kondisi perut saya yang tidak bisa kompromi kala itu.

6. Toilet Batu

TINJA: A+

Ini adalah jenis toilet yang berbahaya yang sebaiknya anda hindari dan kabur sejauh mungkin darinya. Saya bertemu toilet seperti ini dua kali, satu ketika mendaki shimatai great wall dan yang satu lagi di stasiun bis Hua Shan di Xian. Toilet ini hanya terdiri dari batu bata yang disusun memanjang seperti undak-undakan, disemen, di tengahnya diberi 3 atau 4 lubang dan di lubang itulah kita melakukan pelepasan si besar dan si kecil tanpa ada air ataupun saluran air. Jadi semua kotoran orang numpuk di situ. Kebayang? Kalau enggak, mendingan enggak usah dibayangin daripada mimpi buruk. Saya terpaksa menggunakan toilet jenis ini karena kebelet dan akan menempuh perjalanan jauh. Jadi daripada nahan dan kebelet atau sampai peepee di celana… mendingan dibuang dulu… Euuuuwwwwhhh…

Oleh karena kondisi toilet-toilet yang akan anda temui di negara itu akan sangat mengenaskan dibandingkan dengan kondisi toilet di Jakarta, maka saya akan berikan beberapa tips untuk menggunakan toilet di negara tirai bamboo:

  1. Selalu bawa 2 jenis tissue kemana-mana, tissue kering dan tissue basah!! PENTING!!
  2. Kalau terbiasa untuk membasuh dengan air, pastikan bawa botol aqua kosong kemana-mana.
  3. Sebelum pergi pastikan sudah menuntaskannya di kamar mandi rumah atau hotel karena kamar mandi di luar adalah ancaman!!
  4. Kalau menemukan kamar mandi dengan TINJA A/A+, sebisa mungkin kuatkan hati kalian untuk menahannya meskipun sudah kebelet.

Yak begitulah pengalaman-pengalaman saya ketika bertemu jamban-jamban di negara tirai bamboo ituuh. Semoga anda tidak menemui apa yang saya temui dan alami dengan jamban-jamban itu.

May the Force Be with You

Febi

Posted by: arfebrina | April 23, 2012

The Jambans Story in the Country of Curtain Bamboo

WARNING:

Yang akan anda baca ini akan menimbulkan imaginasi yang tidak begitu indah.

Tanggung sendiri resiko anda.

Saya pernah tinggal di negara-tirai-bambu selama 2 tahun dan saya sudah membagi beberapa pengalaman saya selama tinggal di sana di dalam blog ini. Mulai dari tempat belanja sampe kereta derita. Nah, kali ini sayah akan membagi kepada anda semua tentang berbagai macam jambans yang saya jumpai selama berada di sana.

Note: dikarenakan terlalu vulgar maka tidak ada foto-fotonya.Silahkan imajinasikan sendiri.

Keterangan TINJA (Tingkat Ancaman Jamban):

A+: Kabur, jauhi dan sebisa mungkin jangan digunakan!!!

A: Lebih baik tahan kebelet anda

B: Masih bisa digunakan dengan meringis jijik

C: Bisa digunakan dengan persiapan yang baik.

D: Aman

E: Aman Tentram Sentosa

Let’s the list begins:

1. Toilet Normal

Tingkat Ancaman: C

Di sana, toilet normal adalah toilet yang setidaknya masih bisa dipakai meskipun berbau tidak sedap. Toilet di kampus-kampus, mall-mall dan tempat wisata di negara tirai bamboo umumnya seperti ini. Pintu-nya full ketutup, WC jongkok, bisa di-flash dan berbau tidak sedap adalah ciri-ciri jambans yang satu ini. Oia, mereka biasanya tidak menyediakan tisu di dalam biliknya, tissue bisa diambil di luar sebelum masuk ke toilet.

2. Toilet Setengah Pintu

Tingkat Ancaman: C

Yaps, anda tidak salah baca, toilet jenis ini pintunya hanya setengah. Jadi, kepala anda masih bisa menjulur ke luar dan bercengkrama dengan teman anda. Toilet jenis ini saya temui di Tian Yi Market yang ada di ibu kota negara ini.

3. Toilet Tanpa Pintu

Tingkat Ancaman: B

Saya pertama kali melihat toilet seperti ini ini di Wudaokou Fuzhuang Shichang. Bener-bener tanpa pintu!!! Jadi semua orang bisa ngeliat apa yang sedang anda lakukan di dalam bilik tanpa pintu itu!! Termasuk ketika anda membuang air yang besar!! Parahnya lagi, di tempat ini bilik toilet-nya langsung menghadap kaca!!! Kebayang dunk pas kita lagi ngerapihin make-up ato rapihin rambut kita bisa melihat… ah, sudahlah… silahkan dibayangkan sendiri.

Di kampus saya juga ditemukan seperti ini, lebih parahnya lagi itu adalah tempat mandi di swimming gym. Kalau biasanya tempat mandi / tempat bilas di Indonesia ditutupi pintu atau curtain, di tempat ini enggak ada yang ditutup-tutupi! Bahkan di sini gak ada ruang ganti pribadi, yang ada hanya tempat ganti beramai-ramai!! Untuk saya, berenang di tempat ini cukup sekali sajaaaa…

Apakah anda berpikir kondisi-kondisi toilet di atas sudah cukup mengerikan? Menyeramkan? Pikir lagi.. Karena di postingan kedua anda akan mendapatkan list yang lebih membuat anda bergidik…

Sekarang… bersambung dulu yaaa…

May the Force Be with You

Febi

Posted by: arfebrina | April 17, 2012

Romance for Violence

Sebenernya postingan kali ini berhubungan sama The Raid yang gue tonton beberapa waktu lalu, tepat pada hari perilisan pertama. Gue tahu udah banyak banget blog yang kasih review untuk film fenomenal dan fantastic satu ini, jadi gue enggak terlalu banyak nge-review film ini, tapi justru membahas romantika dalam kekerasan yang dikasih sama film apik satu ini.

Jadi gue ini sebenernya bukan penggemar film action (note: menurut gue film epic, film blockbuster dan film superhero berbeda sama film action, mereka adalah genre film tersendiri), gue adalah penggemar film kekerasan, bahkan cenderung R-Rated Violence Movie. Jadi The Raid telah memberikan romansa tersendiri buat gue yang jujur membuat gue ketagihan. Enggak ada bosen-bosennya gue ngulang-ngulang adegan The Hallway yang dirilis distributor film ini di Aussie lewat Youtube. It’s like every action from Rama is also punching my heart and making it throbs; the action is so intense which makes me always think about it. The same experience when you feel some lovely romance, but this time is romance for violence.

Banyak yang bilang bahwa sebenarnya The Raid adalah film yang gagal karena tidak mampu memberikan cerita dalam narasinya. Dan, biasanya saya cukup cerewet soal cerita dalam film, apalagi cerita yang tidak memberikan konflik. Tapi rasanya untuk kasus The Raid saya bersedia untuk tidak memperdulikan cerita karena saya terlanjur jatuh cinta dengan action berdarah-darah yang ditampilkan dalam film ini. Lagipula, cerita The Raid jauh jauh jauh lebih baik dan lebih masuk akal daripada cerita yang diberikan oleh film horror-komedi masa kini.

So, based on aforementioned reason, it is so easy to give The Raid so much love and attention. Then, let’s enjoy the ride of ‘Romance for Violence’ by watching this movie.

May the Force Be with You,

Febi

PS: Jangan membajak film Indonesia yang dibuat dengan bagus dan serius!! Pergi ke bioskop, hug your pop corn, and enjoy it!!

Older Posts »

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 60 other followers